Info Tanaman Perkebunan

Info Tanaman Perkebunan Lainnya »

Info Tanaman Hias

Info Tanaman Hias Lainnya »

Info Tanaman Sayuran

Info Tanaman Sayuran Lainnya »
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

MENGENAL TANAMAN HIAS - AGLAONEMA

Written By Muhammad Yusuf on Wednesday, January 18, 2012 | 3:53 AM

Luar biasa! Hebat! Kata itulah yang pas untuk melukiskan sosok turunan Aglaonema cochinchinense. Dialah mung mee srisuk alias rainamira. Puluhan helai daun bergerombol membentuk tajuk yang kompak. Sekitar 80% permukaan daun berwarna merah merona. Pucuk dihiasi warna kuning dengan tepi daun hijau tua. Pantas ia merebut kampiun saat Kontes Piala Raja di Suan Luang, Bangkok, pada Agustus 2004.
Seorang penggemar di Jakarta yang berkunjung ke sana langsung kepincut begitu melihat panampilannya. Harga sebuah kesenangan memang mahal. Betapa tidak, untuk sebuah pot aglaonema jawara itu ia menebusnya Rp 60-juta, setara dengan harga rumah BTN tipe 21 di pinggiran Jakarata. Itulah Aglaonema asal Thailand yang masuk ke Indonesia.
Namun, bukan berarti itu harga yang paling mahal. Ada yang luar biasa lagi, Adelia berdaun cuma 10 lembar dihargai Rp 100-juta alias Rp 10-juta per helai daun 7 tahun silam. Aglaonema mewah itu memang spektakuler. Tidak hanya harganya menggapai langit, tetapi pola warnanya juga unik pada waktu itu, bermotif batik. Itulah motif batik pertama pada Aglaonema. Setelah itu menyusul pola warna serupa dengan nama tiara, shinta, juwita, raina, sexy pink, hot lady, dan srikandi.

A. Warisan Kekayaan Alam
Warisan kekayaan alam yang berharga selangit itu memang menggiurkan. Namun, itu semua adalah karya rekayasa para penyilang. Di alam, tentu saja tidak ditemukan pola warna aglaonema serupa adelia atau rainanmira.
Tanaman hias yang juga berjuluk chinese evergreen itu berasal dari Asia Tenggara. Disebut demikian karena daunnya senantiasa hijau. Panggilan itu kini tampaknya sudah tidak cocok lagi setelah bermunculan aglaonema hibrida berdaun merah menyala atau jingga. Aglaonema yang semula berwarna putih hijau kini sudah berubah menjadi aneka variasi warna. Pionir perubahan itu di dunia adalah Gregori Garnadi Hambali, penyilang aglaonema asal Bogor, Indonesia. Ia mencoba menyilangkan Aglaonema commutatum ‘tricolor’ xAglaonema rotundum, hasilnya pride of Sumatera yang berwarna hijau dengan tulang merah. Di balik daun merah ungu.
Di alam, aglaonema di jumpai di hutan-hutan di bawah pohon, tidak terkena sinar matahari langsung. Tanah tempat tumbuhnya tidak tergenang air. Berdasarkan sebarannya, terbukti aglaonema tahan terhadap perbedaan kelembapan. Ia tumbuh baik di tempat dengan kelambapan rendah maupun tinggi.
Hibrida aglaonema sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sumber penyebaran itu ada di kawasan tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara. Dari semua spesies itu yang paling populer di Indonesia saat ini ialah Aglaonema rotundum dan Aglaonema commutatum. Kedua spesies itulah yang kerap kali dibuat sebagai induk untuk menghasilkan hibrida lain. Kedua spesies itu ternyata ada di Indonesia.

B. Penghias Rumah
Kini penghias hutan alam itu pindah ke halaman rumah. Semua berkat jasa para penyilang yang dibantu penyebarannya oleh nurseri-nurseri di berbagai Negara. Bila dahulu hanya Aglaonema hijau seperti sitipon, golden fantasi, dan milkyway yang menghiasi rumah. Kini yang merah pun sudah mulai mewabah, seperti donna Carmen, pride of Sumatera, dan lady valentine.
Demikian juga nurseri tanaman hias, hampir seluruhnya memajang beberapa pot aglaonema. Tidak hanya di pulau Jawa, tetapi merambah berbagai kota besar di Sumatera, dan sejumlah kecil di Indonesia Timur. Aglaonema yang dijajakan pun bermacam-macam. Tidak hanya donna carmen dan pride of sumatera, tetapi juga kelas standar, misalnya lady valentine, butterfly, dan snow white yang harganya tergolong menengah, berkisar Rp 100.000 - Rp 300.000. Bahkan ada yang berani memajang red coccin dan dud unyamanee yang masih berharga Rp 500.000 untuk anakan berdaun 3-4 lembar. Nurseri kelas eklusif menambahkan beberapa jenis tiara, madam soeroyo, JT 2000, atau Widuri yang lebih mahal lagi.
Bukan tanpa alasan bila anggota famili Araceae itu naik daun. Aglaonema mudah dirawat dan sebagai tanaman indoor paling pas. Sang ratu daun memang tidak rewel. Tahan di simpan dalam ruangan selama 1 minggu tanpa dikeluarkan. Lagipula dengan motif indah, ia enak dipandang meski tanpa bunga.

Cara Memelihara Caladium

TAHAP PENANAMAN DENGAN UMBI
1.
Kemasan bahan tanam asal umbi.
2.
Pangkas akar di sekitar umbi.
3.
Sosok umbi utuh yang siap tanam.
4.
Masukan media ke dalam pot dan benamkan umbi ke media.
5.
Sisakan tunas pucuk di permukaan media.
6.
Sosok umbi yang bertunas.

TAHAPAN PENANAMAN ASAL BIJI
1.
Bibit asal kompot siap tanam.
2.
Siapkan media dalam pot dan letakkan bibit.
3.
Penuhi ruang kosong dengan media.
4.
Masukan tanaman ke dalam sungkup.

PENANGANAN UMBI BERSKALA EKSPOR
1.
Umbi siap panen.
2.
Cuci bersih umbi.
3.
Rendam dalam larutan anti jamur.
4.
Keringanginkan umbi.
5.
Tata umbi dalam kemasan ekspor.
6.
Kemasan umbi siap kirim.

PINDAH POT
1.
Tanaman siap repotting.
2.
Balikan pot sambil menjepit pangkal batang.
3.
Isi pot baru dengan media dan letakkan tanaman.
4.
Isi ruang kosong dengan tambahan media.
5.
Sosok cantik setelah repotting.

TAHAPAN PEMISAHAN ANAKAN
1.
Tanaman siap dipisah.
2.
Sobek sisi luar polibag.
3.
Sisihkan tanaman dari polibag.
4.
Pisahkan anakan dengan tanaman utama dibantu pisau steril.
5.
Umbi pun turut dipisah, dibantu dengan pisau steril.
6.
Sosok umbi yang telah terpisah.
7.
Oleskan fungisida atau kapur pada bagian yang terluka.
8.
Tanam kedua bagian, anakan dan tanaman utama secara terpisah.

TEKNIK CUNGKIL MATA TUNAS
1.
Iris mata tunas membentuk kotak.
2.
Congkel mata tunas keluar dari umbi.
3.
Sosok umbi yang telah diambil salah satu mata tunasnya.
4.
Mata tunas yang telah diiris.
5.
Iris mata tunas menjadi 2-4 bagian.
6.
Irisan umbi siap semai.

TEKNIK PENGIRISAN UMBI UTUH
1.
Umbi siap iris minimal berdiameter 2 cm.
2.
Bersihkan umbi dari tanah yang melekat dengan sikat halus dan air mengalir.
3.
Potong umbi tepat di tengah tunas menjadi 2 bagian.
4.
Potong irisan umbi menjadi bagian lebih kecil.

TAHAPAN PENANAMAN IRISAN UMBI
1.
Cuci irisan umbi di air yang mengalir hingga getah hilang.
2.
Rendam dalam larutan fungisida 10-15 menit.
3.
Keringanginkan irisan umbi di atas koran.
4.
Semaikan umbi di atas media. Lalu tutup dengan plastik bening.
5.
Pada musim panas, lapisi lagi media dengan plastik hitam dan letakkan di bawah shading net 80%.
6.
Bibit umur 30 hari setelah semai.

CARA KEMAS
1.
Singkirkan tanah yang melekat pada caladium poy dan cuci hingga bersih.
2.
Pangkas akar.
3.
Pangkas batang utama, sisakan sekitar 2 cm dari pangkal batang.
4.
Penampilan umbi siap kemas.
5.
Beri nama tanaman pada label.
6.
Kemas dalam plastik dan siap dikirim.

CARA MENYIMPAN BENANG SARI
1.
Sosok bunga keladi hias
2.
Buka pelepah bunga, kerok benang sari secara hati-hati
3.
Kumpulan benang sari yang sudah diambil
4.
Simpan dalam wadah plastik

TAHAPAN PENYILANGAN
1.
Siapkan bunga dari indukan betina yang akan disilang
2.
Bunga dibuka melingkar. Dimulai dari bawah ke atas
3.
Betina siap kawin 1 hari sebelum jantan. Cirinya seludang berwarna kuningdan mengeluarkan warna
4.
Sosok putik dari indukan betina, siap dikawinkan
5.
Benang sari dioleskan ke sekeliling putik
6.
Pastikan benangsari dioleskan secara merata
7.
Agar aman beri alat penyangga
8.
Linungi bunga dari hujan dan angin dengan bantuan plastik

YANG PELU DIPERHATIKAN SAAT PEMBIAKAN BIJI
1.
Pot atau wadah harus diletakkan di tempat yang rindang, cara menyebar biji jangan terlalu padat (mencegah persaingan, tumbuh tudak sempurna)
2.
Gunakan plastik untuk mencegah kedatangan serangga atau semut
3.
Cara melakukan penyiraman, sebaiknya siram di permukaan tanah, jangan langsung mengenai tanah

TIPS MEMBUAT SUNGKUP TUNGGAL
1.
Kawat aluminium dibuat seperti kurungan ayam. Di lingkar bagian bawah diberi pengait. Tujuannya untuk dikaitkan ke bibir pot, sehingga kurungan tidak menyentuh tanah. Ukuran kurungan harus lebih besar ketimbang tanaman
2.
Lalu kerangka dilapisi plastik. Bagian atas diikat erat. Bagian bawah, plastik diikat dengan karet sampai ke pot
3.
Gunakan pot yang mampu menyimpan air dan di bawahnya diberi air

TENIK POTONG PUCUK
A. Tanpa memotong tunas atas
1.
Tunas tumbuh perlahan
2.
Dominasi apikal terbentuk, sehingga tunas samping tidak terbentuk
3.
Dalam 1 umbi hanya tumbuh 4-5 daun
B. Memotong tunas atas
1.
Potong tunas atas 1
2.
Tunas samping tumbuh
3.
Jumlah daun lebih banyak

SYARAT POTONG PUCUK
1.
Diameter umbi 3,75-6,25 cm
2.
Lebar pemotongan tunas ¼ bagian dari diameter tangkai daun
3.
Beberapa pucuk dalam umbi yang berukuran sama dapat dipotong pucu. Namun, perlakuan potong pucuk tidak dilakukan bila terdapat 5 pucuk berukuran sama

Jenis-Jenis Sansevieria

1. Sansevieria Aethiopica
Daunnya cukup panjang tetapi sempit.Ketebalannya mencapi 2 - 5 mm sehingga daun tampak kaku.Cross bandingberwarna perak krotras dengan daun yang hijau tua. Daunnya tumbuh langsung dari rimpang yang tebal. Dulu disebut S. scabrifolia. Banyak penggemar yang keliru menyebutkan S. fischeri dengan S. aetiopia.
Bentuk daun : Lanset atau menombak.
Ukuran Daun : Panjang 45 cm, Lebar 15 - 20 mm
Warna : Hijau perak dengan tepi kemerahan.
Tangkai bunga : 40 - 65 cm.
Habitat : Afrika Selatan (Zimbabwe, Bostswana, Namibia, dan Afrika Selatan.
Ciri Khas : Tepi daun kemerahan, rizhome (nimpang) besar, dan ujung daun mengering.

2. Sansevieria Arborescens
Batang sansevieria ini setinggi 60 - 200 cm dan diameter 2 - 3 cm. Di situlah daunya melekat secar rapat. Daunnya hijau hampir polos, tebal, dengan tepi berbris merah. Meski agak melengkung, ia tetap dianggap datar. Sosoknya mirip denganS.bagamoyensis atau dracaena.
Bentuk daun : Datar dengan ujung meruncing.
Ukuran daun : Panjang 30 - 50 cm, Lebar 2 - 3 cm.
Warna : Hijau.
Habitat : Kenya.
Ciri Khas : Susunan daun rapat dan berbatang.

3. Sansevieria Aubrytiana
Sansevieria ini memiliki corak mirip masoniana totol hijau. Bedanya bentuk daun jenis ini lebih panjang dan sempit. Ujung agak meruncing. Jumlah daun mencapai sepuluh atau lebih. yang paling dikenal 'Tiger Stripe'.

Bentuk daun : Oval dengan ujung runcing.
Ukuran daun : Panjang 30 - 70 cm, Lebar 5 - 7 cm.
Warna : Hijau tua, berulik putih keperakan.
Tangkai bunga : 30 - 80 cm.
Ciri khas : Daun hijau runcing dan berulik.

4.Sansevieria Bagamoyensis
Sosok sanseviera ini agak berbeda dengan jenis lain karena memiliki batang setinggi 30 cm atau lebih.Daun-daunya tersusun rapi mengelilingi batang secara spiral. Sekilas mirip agave atau dracaena karena daun sempit, kaku, dengan ujung runsing. Sosoknya mirip S. arborescens.
Bentuk daun : Tipis dan panjang dengan ujung runcing.
Ukuran Daun : 15-30 cm.
Warna : Hijau cerah.
Habitat : Bagamoyo.
Ciri Khas : Batang tinggi, daun tersusun datar dan menempel dibatang.

5. Sansevieria Ballyi
Tanaman yang ditemukan Peter Bally (Swiss) ini bersosok menarik. Batang pendek dan tertutup oleh daun nan padat. Panjang 20 cm, hijau gelap, dengan cross banding warna perak. Anaknya tumbuh lewat stolon yang memanjang hingga 20 cm. Sosoknya mirip S. "Minnie" dan S.gracilisVar Humbertiana.

Bentuk daun : Pendek dengan ujung meruncing, tersusun rapat seperti dompolan.
Ukuran daun : Panjang 5 - 20 cm
Warna : Hijau gelap dengan cross bandinghijau keperakan.
Tangkai bunga : 5 cm.
Habitat : Kiviko Hill, Tsavo Nasional Park, Kenya.
Ciri khas : Daun tersusun rapat dan muncul stolon panjang yang membentuk anakan baru. 

6. Sansevieria 'Bandipur'

Daun tinggi dan tanpa batang, melengkung kebelakang, mempunyai saluran yang jelas, tetapi tidak sampai diujung karena ujung daun membulat. Daun hijau muda dengancross banding hijau gelap.
Bentuk daun : Tipis dan panjang dengan ujung runcing.
Ukuran Daun : Panjang 90 cm dan lebar 2 cm.
Warna : Hijau muda dengan cross bandinghijau.
Habitat : Bandipura, India.
Ciri Khas : Daun membulat dengan saluran yang dalam tapi tidak sampai ujung.






7. Sansevieria 'Black Brazilian'
Sosok daun menyerupai Sansevieria Trifasciata. Namun, warnanya yang gelap menjadi pembeda. Asal - muasal Sansevieria ini juga belum dikenal. Hanya diketahui bahwa Sansevieria itu didatangkan dari Brazil.
Bentuk daun : Pipih dan Panjang.
Ukuran daun : Panjang 150 cm, Lebar 4 - 6 cm.
Warna : Hijau hitam.
Habitat : Brazil.






8.Sansevieria Burdettii
Sansevieria ini tidak berbatang. Daunnya bulat, tebal, tanpa saluran atau channel. Ia berbeda dengan sansevieria bulat lain karena tidak mempunyai cross banding.
Bentuk daun : Datar dengan ujung meruncing.
Ukuran Daun : Panjang 90 cm, Lebar 2,5 - 3 cm.
Warna : Hijau.
Tangkai bunga : 15 - 25 cm.
Habitat : Malawi, Afrika
Ciri Khas : Daun bulat dengan ujung runcing tanpa cross banding.















9. Sansevieria Caulescens
Sosok mirip dengan Cylindrica dan Gracilis. Tinggi mencapai 1 m, sedangkan Cylindrica dan Gracilis tidak.
Bentuk daun : Bulat panjang dengan ujung runcing.
Ukuran daun : Panjang 45 - 90 cm, lebar 2,5 cm.
Warna : Hijau.
Tangkai bunga : 60 cm.
Habitat : Afrika timur.



10. Sansevieria Canaliculata
Salah satu jenis yang tumbuh meninggi mencapai 60 cm dan tumbuh monopodial (tunggal). Daun bulat dan ujung meruncing. Selain jenis tinggi, juga dijumpai sosok pendek, hanya 30 - 40 cm sehingga disebut S. Canaliculata 'Dwarf.


Bentuk daun : Bulat panjang dengan ujung runcing.
Ukuran daun : Tinggi 60 cm, diameter 2 cm.
Warna : Hijau.
Tangkai bunga : 10 cm.
Habitat : Somalia dan Madagaskar.(Dwarf).
Ciri khas : Daun panjang dengan ujung runcing dan melengkung. Alur memanjang tanpa cross banding.

Info Pendukung

Info Pendukung Lainnya »

Info Tanaman Obat

Info Tanaman Obat Lainnya »